Senin, 28 Maret 2016

Investasi Jangka Panjang




A.   LATAR BELAKANG
Pengertian investasi secara umum adalah penanaman dana dalam jumlah tertentu pada saat ini untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa yang akan datang. Atau bisa juga dikatakan investasi adalah proses menabung yang berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi investasi memiliki perbedaan dengan tabungan yang kurang memiliki tujuan secara spesifik dan kejelasan metode atau strategi dalam mencapai tujuannya. Selain itu investasi memiliki kelebihan dalam tingkat profitabilitas yang lebih tinggi dan pilihan instrumennya yang lebih beraneka ragam dibandingkan dengan tabungan. Secara umum investasi dapat dibedakan atas investasi riil dan investasi finansial.

B.  RUMUSAN MASALAH
1.      Apa pengertian investasi jangka panjang?
2.      Apa investasi dalam saham?
3.      Bagaimana kontrol perusahaan induk?
4.      Apa yang dimaksud investasi dalam obligasi?
5.      Bagaimana cara amortisasi disagio/agio?
6.      Bagaimana penyisihan dana untuk jangka panjang?

C.  TUJUAN
1.    Untuk mengetahui pengertian investasi jangka panjang.
2.    Untuk mengetahui mengenai investasi saham.
3.    Untuk mengetahui kontrol perusahaan induk.
4.    Untuk mengetahui investasi dalam obligasi.
5.    Untuk mengetahui cara amortisasi disagio/agio.
6.    Untuk mengetahui bagaimana penyisihan dana jagka panjang.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  PENGERTIAN INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi jangka panjang adalah penanaman dana untuk jangka waktu lebih dari satu tahun, pada umumnya jauh lebih lama dari itu, dengan tujuan untuk memberikan penghasilan tetap atau menguasai perusahaan lain. Perusahaan  melakukan  investasi  dengan  alasan  yang  berbeda-beda. Bagi beberapa perusahaan, aktivitas investasi merupakan unsur penting dari operasi  perusahaan,  dan  penilaian  kinerja  perusahaan  mungkin  sebagian besar,  atau  seluruhnya  bergantung  pada  hasil  yang  dilaporkan  mengenai aktivitas  ini.  Beberapa  perusahaan  melakukan  investasi  sebagai  cara  untuk menempatkan  kelebihan  dana  dan  beberapa  perusahaan  lain  melakukan perdagangan investasi untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Secara umum tujuan investasi adalah sebagai berikut:
1.      Untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya.
2.      Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
3.      Untuk mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas perusahaan tersebut.
4.      Untuk menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
5.        Untuk mengurangi persaingan di antara perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Adapun jenis investasi adalah sebagai berikut:
1)   Tabungan
Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika diperlukan.
2)   Deposit
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.
3)    Obligasi
Adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat utang dari negara.
4)   Saham
       Memiliki saham berarti memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda akan dikenakan biaya.
5)   Properti
Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.

B.  INVESTASI DALAM SAHAM
Investasi jangka panjang dalam saham perusahaan lain sering disebut juga penyertaan. Disamping untuk memperoleh tambahan pendapatan, investasi dalam saham biasanya dimaksudkan untuk melakukan kontrol terhadap perusahaan di mana investasi dilakukan. Adanya kontrol dapat ditunjukkan oleh beberapa faktor, misalnya jumlah wakil yang duduk dalam dewan direksi maupun dewan komisaris, partisipasi dalam pengambilan keputusan atau jumlah transaksi yang dilakukan. Petunjuk lain adanya kontrol adalah persentase saham yang dimiliki. Misalnya, apabila suatu perusahaan memiliki lebih dari 50% saham perusahaan lain, maka perusahaan yajng disebutkan pertama akan dapat melakukan kontrol terhadap perusahaan yang disebutkan terakhir.
Atas dasar besarnya kontrol yang dapat dilakukan, investasi dalam saham perusahaan lain dapat digolongkan menjadi tiga keadaan yaitu:
1.         Perusahaan yang melakukan investasi tidak dapat melakukan kontrol terhadap perusahaan di mana ia melakukan investasi.
2.         Perusahaan induk hanya dapat melakukan sebagian kontrol saja terhadap perusahaan anak, tetapi mempunyai pengaruh yang signifikan.
3.         Perusahaan induk secara pasti dapat melakukan kontrol terhadap perusahaan anak.

C.  KONTROL PERUSAHAAN INDUK
1.    PERUSAHAN INDUK TIDAK DAPAT MELAKUKAN KONTROL
Apabila suatu perusahaan hanya memiliki sebagian kecil saja dari saham yang beredar dan tidak ada petunjuk-petunjuk lain bahwa kontrol itu memang ada, maka investasi ini, dicatat dengan metode biaya atau cost method. Dua perusahaan yang mempunyai hubungan kepemilikan tetapi hubungan tersebut tidak mengakibatkan adanya kontrol atau pengaruh yang cukup berarti oleh salah satu perusahaan disebut perusahaan afiliasi. Perusahaan yang memiliki saham kurang dari 20% hak suara dianggap tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan dengan demikian tidak dapat melakukan kontrol.
Dalam metode biaya, investasi dicatat sebesar harga perolehannya. Pendapatan dari perusahaan anak diakui dan dicatat pada saat dividen telah diputuskan akan dikeluarkan. Sebagai contoh suatu perusahaan pada tanggal 30 Juni 200A membeli 500 saham PT ABC dengan harga Rp 25.000 (sudah termasuk komisi dan biaya lain-lain). Jumlah lembar saham yang dibeli hanya merupakan sebagian kecil dari seluruh saham PT ABC yang beredar. Ayat jurnal yang harus dibuat untuk transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Investasi dalam saham                                  25.000
          Bank                                                                            25.000

Investasi tersebut diatas akan selalu dicatat pada harga perolehannya, kecuali terdapat petunjuk bahwa harga saham yang bersangkutan terus menerus mengalami penurunan. Dalam keadaan demikian ayat jurnal penyesuaian perlu dibuat dimana salah satu akun modal di debit dan akun kontra, penyisihan untuk penurunan harga investasi dalam saham, di kredit.
Dalam metode biaya, laba yang diperoleh PT ABC belum diakui dan dicatat sebagai pendapatan. Tetpi pada saat PT ABC mngeluarkan dividen, maka bagian dividen yang diterima dianggap sebagai pendapatan. Misalnya, pada tanggal 15 Februari 200B PT ABC memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham. Transaksi ini oleh perusahaan yang memiliki 500 saham PT ABC tadi, akan dicatat sebagai berikut:

Piutang dividen (Bank)                                 2.500
          Pendapatan dividen                                                    2.500

            Anggaplah bahwa pada tanggal 1 Maret 200B, 500 saham PT ABC tersebut di atas dijual dengan harga Rp 26.000. ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut:

            Bank                                                                26.000
                        Investasi dalam saham                                                25.000
                        Keuntungan dari penjualan investasi                           1.000

2.    PERUSAHAAN INDUK DAPAT MELAKUKAN SEBAGIAN KONTROL
Apabila investasi dalam perusahaan lain tidak cukup besar untuk melakukan kontrol secara penuh, tetapi pada tingkatan tertentu kontrol atau pengaruh yang cukup berarti dapat dilakukan, maka investasi jangka panjang yang bersangkutan dilaporkan dengan metode ekuitas (equity method). Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statements) tidak dibuat. Masing-masing perusahaan membuat laporan keuangannya sendiri-sendiri.
Berbeda dengan metode biaya, dalam metode ekuitas, bagian laba yang dihasilkan perusahaan anak diakui dan dicatat sebagai penambahan investasi. Apabila dividen dikeluarkan maka bagian yang diterima dicatat sebagai pengurang. Dengan demikian, saldo akun investasi akan bertambah dengan bagian laba yang dihasilkan dan berkurang dengan dividen yang dibayarkan perusahaan anak. Perhatikan bahwa dalam metode biaya, saldo akun investasi tidak berubah, yaitu sebesar harga perolehan investasi yang bersangkutan.
Contoh pada tanggal 2 Januari 200A, Perusahaan A membeli 20% saham Perusahaan B dengan harga Rp 50.000. transaksi ini oleh Perusahaan A akan dicatat sebagai berikut:

Investasi dalam saham                                    50.000
            Bank                                                                            50.000

Kemudian selama tahun 200A, Perusahaan B memperoleh laba sebesar Rp 40.000. kejadian ini akan dicatat oleh Perusahaan A sebagai berikut:

Investasi dalam saham                                    8.000
            Pendapatan dari investasi                                           8.000

Pendapatan dari investasi sebesar Rp 8.000 dihitung sebagai 20% x Rp 40.000 = Rp 8.000. apabila pada tanggal 1 Maret 200B Perusahaan B mengeluarkan dividen kepada seluruh pemegang saham dengan jumlah Rp 20.000, maka bagian Perusahaan A sebesar Rp 4.000 (20% dari Rp 20.000) akan dicatat dalam buku perusahaan yang terakhir ini sebagi berikut:

Piutang dividen (Bank)                                   4.000
            Investasi dalam saham                                                4.000

3.    PERUSAHAAN DAPAT MELAKUKAN KONTROL SECARA PENUH
Apabila jumlah pemilikan saham suatu perusahaan lebih besar dari 50% hak suara perusahaan lain maka dianggap perusahaan tersebut dapat untuk melakukan kontrol dan kedua perusahaan dianggap sebagai satu kesatuan. Untuk itu laporan keuangan kedua perusahaan tersebut harus dikonsolidasikan. Laporan keuangan konsolidasi antara perusahaan induk dan anak disebut laporaan keuangan konsolidasi.

D.  INVESTASI DALAM OBLIGASI
Obligasi adalah surat pengakuan utang dari pihak yang mengeluarkan obligasi kepada pihak yang membeli, yang berisi jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya serta perjanjian lainnya.
v Jenis-Jenis Obligasi:
a.       Menurut waktu jatuh temponya
·      Term Bonds yaitu obligasi yang jatuh temponya pada saat yang  sama.
·      Serial Bonds yaitu obligasi yang jatuh tempo berurutan pada periode tertentu.
b.      Menurut Jaminannya
·      Obligasi tanpa jaminan
·      Obligasi dengan jaminan
c.       Obligasi bergaransi
Yaitu obligasi yang dijamin oleh pihak lain, misal : perusahaan induk menjami obligasi anak perusahaanya.
d.      Obligasi yang dapat ditukarkan
Yaitu obligasi yang dapat ditukarkan dengan saham.
e.       Menurut bentuknya
·       Obligasi atas nama yaitu obligasi yang bunganya hanya dapat diambil oleh orang yang namanya terdaftar.
·      Obligasi kupon yaitu obligasi yang bebas, tidak atas nama.

Perusahaan yang mengeluarkan obligasi mengakui berutang kepada pemegang obligasi. Seperti halnya jenis utang yang lain, pada suatu saat perusahaan harus membayar kembali obligasi yang dikeluarkan dan secara berkala membayar bunga kepada pemegangnya. Obligasi pada umumnya termasuk dalam kategori utang jangka panjang. Mereka yang ingin memiliki suatu obligasi dapat membelinya di bursa (apabila obligasi tadi diperdagangkan di dalamnya) atau membelinya secara langsung dari perusahaan yang mengeluarkan. Mereka yang memiliki obligasi disebut pemegang obligasi. Biasanya investasi dalam surat berharga ini dilakukan dengan maksud untuk memperoleh pendapatan yang tetap dalam jangka panjang.
Seperti halnya dengan saham, di samping harga yang dibayarkan kepada penjual, termasuk dalam harga perolehan obligasi adalah biaya-biaya lain yang diperlukan untuk mendapatkannya, misalnya komisi makelar. Obligasi yang dibeli dicatat pada harga perolehannya. Apabila obligasi dibeli di antara dua saat pembayaran bunga, maka bunga yang sudah berjalan akan diperhitungkan dalam harga jual. Tetapi, bunga ini tidak boleh dimasukkan sebagai komponen harga perolehan.
Untuk mengambarkan investasi dalam obligasi, misalnya pada tanggal 1 Maret 200A sebuah perusahaan membeli 100 lembar obligasi perusahaan XYZ yang bernilai nominal Rp 100.000 per lembar. Harga perolehan adalah Rp 9.024.000 atau Rp 90.240 per lembar. Obligasi ini akan jatuh tempo pada tanggal 1 April 200F, berbunga 12% setahun. Bunga dibayar dua kali setahun tiap-tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Jumlah yang harus dibayarkan untuk pembelian obligasi ini dihitung sebagai berikut:

Harga obligasi                                                 Rp  9.024.000
Bunga yang sudah berjalan:
5/12 x 12% x Rp 10.000.000                                    500.000
Jumlah yang dibayarkan                                 Rp   9.524.000

Oleh karena bunga obligasi dibayar setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober maka pembayaran terakhir sebelum terjadinya pembelian adalah pada tanggal 1 Oktober 200A-1. Dengan demikian, pada saat pembelian, bunga yang sudah berjalan adalah lima bulan, yakni dari tanggal 1 Oktober 200A-1 sampai dengan 1 Maret 200A. Bunga selama lima bulan, seperti dala perhitungan diatas, adalah Rp 500.000. Jumlah ini merupakan hak penjual dan harus ditambahkan pada harga obligasi. Ayat jurnal yang dibuat untuk transaksi ini adalah sebagai berikut:


Investasi dalam obligasi                                  9.024.000
Pendapatan bunga                                            500.000
                        Bank                                                                            9.524.000

            Pada tanggal 1 April 200A Perusahaan XYZ membayarkan bunga setengah tahunannya. Untuk 100 lembar obligasi yang dipegang perusahaan dalam contoh ini akan diperoleh bunga sebesar: 6/12 x 12% x Rp 10.000.000 = Rp 600.000. Ayat jurnalnya sebagai berikut:

Bank                                                                600.000
                        Pendapatan bunga                                                      600.000

Pada tanggal 1 Oktober 200A, bunga sebesar Rp 600.000 akan diterima lagi dari perusahaan XYZ dan ayat jurnal yang sama dengan di atas harus dibuat untuk itu. Pada tanggal 31 Desember 200A; saat perusahaan yang memiliki obligasi akan menyusun laporan keuangannya, bunga yang sudah berjalan untuk obligasi yang dimiliki adalah untuk periode 1 Oktober sampai dengan 31 Desember 200A (3 bulan). Jumlahnya adalah: 3/12 x 12% x Rp 10.000.000 = Rp 300.000. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk bunga yang sudah berjalan adalah sebagai berikut:
Bunga masih harus diterima                           300.000
                        Pendapatan bunga                                                      300.000
           
E.  AMORTISASI AGIO/DISAGIO
Disamping terhadap bunga yang sudah berjalan, ayat jurnal penyesuaian juga perlu dibuat terhadap perbedaan antara nilai nominal obligasi dengan harga pokoknya. Seperti terlihat diatas, nilai nominal untuk 100 lembar obligasi dalam contoh Rp 10.000.000, sedang obligasi tersebut dibeli hanya dengan harga Rp 9.024.000.
Selisih lebih nilai nominal obligasi dengan harga pokok pembeliannya disebut disagio (discount). Apabila nilai nominal lebih kecil daripada harga pokok, maka selisihnya disebut agio (premium). Nilai nominal sebesar Rp 10.000.000 berarti bahwa pada saat jatuh tempo pemilik obligasi akan menerima pembayaran kembali sejumlah itu. Tanpa adanya jurnal penyesuaian, berarti disagio harus sekaligus dibebankan sebagai pendapatan pada saat pembayaran kembali. Perlakuan demikian kurang tepat, karena pembebanan disagio menjadi tidak merata sepanjang masa pemilikan obligasi. Disagio (demikian juga dengan agio) harus diamortisasikan sedemikian rupa sehingga pada waktu pembayaran kembali, akun investasi bersaldo sebesar nilai nominal obligasi.
Amortisasi disagio untuk obligasi tersebut di atas dihitung dengan cara seperti yang dijelaskan di bawah ini:

Nilai nominal obligasi                                                 Rp 10.000.000
Harga perolehan obligasi                                                     9.024.000
Disagio obligasi                                                           Rp      976.000
 



Jangka waktu pemilikan (1 Maret 200A
Sampai dengan 1 April 200F)                                             61 bulan
Amortisasi disagio per bulan Rp 976.000 : 61)                Rp 16.000

Amortisasi disagio per lembar obligasi per bulan
(Rp 16.000 : 100)                                                              Rp    160

Amortisasi disagio untuk tahun 200A (10 bulan) terhadap 100 lembar obligasi adalah: 10 x 100 x Rp 160 = Rp 160.000. Ayat jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:

Investasi dalam obligasi                                  160.000
            Pendapatan bunga                                                      160.000

Dengan adanya ayat jurnal penyesuaian tersebut, yang dilakukan tiap-tiap tahun, maka pada saat jatuh tempo, akun investasi dalam obligasi akan berjumlah Rp 10.000.000. jumlah inilah yang akan diterima pada saat obligasi dibayar kembali oleh perusahaan yang mengeluarkannya

F.   PENYISIHAN DANA UNTUK TUJUAN JANGKA PANJANG
Perusahaan, atas kemauan sendiri atau diharuskan oleh peraturan, kadang-kadang menyisihkan kas yang dimiliki untuk tujuan tertentu. Kas yang telah disisihkan hanya boleh digunakan untuk kegiatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Uang kas yang disisihkan untuk tujuan tertentu disebut dana (funds). Ia harus dicatat dalam akun tersendiri, terpisah dari akun kas. Contoh dari dana ialah dana pelunasan obligasi (bond sinking fund), dana penarikan saham (stock redemption fund), dana pelunasan pabrik (plant expansion fund) dan lain-lain. Pada umumnya penyisihan dana berkaitan dengan pembentukan cadangan yang berasal dari laba ditahan.
Dana ini, apabila digunakan untuk tujuan-tujuan jangka panjang, akan digolongkan sebagai investasi jangka panjang. Pada saat dana dibuat, maka berarti ada uang kas yang disisihkan, misalnya dengan memasukkannya ke dalam rekening terpisah. Sebagai contoh pada tanggal 2 Januari 200A, pimpinan perusahaan memutuskan akan mengadakan dana perluasan pabrik. Caranya adalah dengan menyisihkan uang kas setiap bulan sebesar Rp 2.000.
Penyisihan untuk bulan Januari 200A dilakukan pada tanggal 2 Januari 200A. Ayat jurnal yang harus dibuat untuk transaksi ini adalah:

Dana perluasan pabrik-kas                             2.000
            Bank                                                                            2.000

Ayat jurnal seperti diatas akan selalu dibuat setiap melakukan penyisihan. Seperti terlihat dalam ayat jurnal diatas, akun Dana Perluasan Pabrik-Kas di debit sebesar Rp 2.000 untuk penyisihan yang dilakukan. Kata tambahan “Kas” diperlukan dalam akun dana perluasan pabrik untuk menunjukkan dalam bentuk apa dana yang bersangkutan ditanamkan. Kemudian pada tanggal 1 Juli 200A sejumlah Rp 8.000 dari dana perluasan pabrik ini ditanamkan dalam saham PT SEMEN CIBITUNG, maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

            Dana perluasan pabrik-saham                                   8.000
                        Dana perluasan pabrik-kas                                         8.000  

Apabila ada dividen yang diterima dari PT SEMEN CIBITUNG, maka hasilnya akan menambah dana perluasan pabrik. Sebagai contoh pada tanggal 1 Oktober 200A dari penanaman tersebut di atas diterima dividen dari PT SEMEN CIBITUNG sejumlah Rp 800.000. Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:

Dana perluasan pabrik-kas                                         800.000
                        Pendapatan dari dana perluasan pabrik                    800.000



 BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Investasi jangka panjang dimaksudkan untuk meningkatkan penghasilan dengan menanamkan modal di perusahaan lain. Penguasaan saham perusahaan-perusahaan lain dapat dimaksudkan pula untuk menguasai pasokan bahan baku atau distribusi. Investasi jangka panjang dapat berupa:
1.      Penyertaan dalam bentuk saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.
2.      Dana untuk melunasi utang jangka panjang atau dana khusus lainnya.
3.      Aset lain-lain. Seperti rencana pembelian tanah dengan rencana penggunaan dimasa akan datang.





DAFTAR PUSTAKA


Soemarso S.R. 2005. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat