A.
LATAR BELAKANG
Pengertian investasi secara umum adalah penanaman dana dalam jumlah
tertentu pada saat ini untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa yang
akan datang. Atau bisa juga dikatakan investasi adalah proses menabung yang
berorientasi pada tujuan tertentu dan bagaimana mencapai tujuan tersebut. Jadi
investasi memiliki perbedaan dengan tabungan yang kurang memiliki tujuan secara
spesifik dan kejelasan metode atau strategi dalam mencapai tujuannya. Selain
itu investasi memiliki kelebihan dalam tingkat profitabilitas yang lebih tinggi
dan pilihan instrumennya yang lebih beraneka ragam dibandingkan dengan
tabungan. Secara umum investasi dapat dibedakan atas investasi riil dan
investasi finansial.
B. RUMUSAN MASALAH
1.
Apa pengertian investasi jangka panjang?
2.
Apa investasi dalam saham?
3.
Bagaimana kontrol perusahaan induk?
4.
Apa yang dimaksud investasi dalam
obligasi?
5.
Bagaimana cara amortisasi disagio/agio?
6.
Bagaimana penyisihan dana untuk jangka
panjang?
C.
TUJUAN
1.
Untuk mengetahui pengertian investasi
jangka panjang.
2.
Untuk mengetahui mengenai investasi
saham.
3.
Untuk mengetahui kontrol perusahaan
induk.
4.
Untuk mengetahui investasi dalam
obligasi.
5.
Untuk mengetahui cara amortisasi
disagio/agio.
6.
Untuk mengetahui bagaimana penyisihan dana jagka panjang.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN INVESTASI JANGKA PANJANG
Investasi jangka panjang adalah penanaman dana untuk jangka
waktu lebih dari satu tahun, pada umumnya jauh lebih lama dari itu, dengan
tujuan untuk memberikan penghasilan tetap atau menguasai perusahaan lain.
Perusahaan melakukan investasi
dengan alasan yang
berbeda-beda. Bagi beberapa perusahaan, aktivitas investasi merupakan
unsur penting dari operasi perusahaan, dan
penilaian kinerja perusahaan
mungkin sebagian besar, atau
seluruhnya bergantung pada
hasil yang dilaporkan
mengenai aktivitas ini. Beberapa
perusahaan melakukan investasi
sebagai cara untuk menempatkan kelebihan
dana dan beberapa
perusahaan lain melakukan perdagangan investasi untuk mempererat hubungan bisnis atau
memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Secara umum tujuan investasi adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
memperoleh pendapatan yang tetap dalam setiap periode, antara lain seperti
bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain-lainnya.
2.
Untuk
membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk kepentingan ekspansi,
kepentingan sosial.
3.
Untuk
mengontrol atau mengendalikan perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian
ekuitas perusahaan tersebut.
4.
Untuk
menjamin tersedianya bahan baku dan mendapatkan pasar untuk produk yang
dihasilkan.
5.
Untuk mengurangi persaingan di antara
perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Adapun jenis investasi adalah sebagai
berikut:
1)
Tabungan
Menyimpan uang di bank untuk dipergunakan kemudian jika
diperlukan.
2)
Deposit
Menyimpan uang untuk periode tertentu, bila belum jatuh tempo
uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti bila diambil sebelum waktunya.
3)
Obligasi
Adalah surat hutang, merupakan bukti bahwa kita memberikan
hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan
memberi bunga untuk jangka waktu tertentu. Jangka waktu pengembalian hutang
lebih dari satu tahun. Obligasi yang paling aman adalah obligasi atau surat
utang dari negara.
4)
Saham
Memiliki saham berarti memiliki kepemilikan dalam suatu perusahaan. Uang yang kita tanamkan
dijadikan sebagai modal untuk perusahaan tersebut. Perusahaan akan memberikan
keuntungan yang diterima kepada para pemegang saham yang disebut sebagai
deviden. Bila dinilai baik atau banyak orang yang berminat untuk membeli saham
suatu perusahaan, harganya akan naik, sehingga bila Anda menjual sahamnya akan
memperoleh keuntungan. Sebaliknya, bila perusahaan menderita kerugian, harga
sahamnya dapat turun sehingga Anda dapat menderita kerugian. Saham ini dapat
dibeli pada perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli, Anda
akan dikenakan biaya.
5)
Properti
Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah
cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari
akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan
cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat
menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi. Bila akan membeli rumah di
perumahan yang belum atau masih dibangun, pastikan pengembang dapat dipercaya
dan adanya perjanjian yang jelas, karena ada beberapa kasus, setelah kita
membayar, pembangunan rumah tidak dilanjutkan yang mengakibatkan kerugian.
B.
INVESTASI
DALAM SAHAM
Investasi jangka panjang dalam saham
perusahaan lain sering disebut juga penyertaan. Disamping untuk memperoleh
tambahan pendapatan, investasi dalam saham biasanya dimaksudkan untuk melakukan
kontrol terhadap perusahaan di mana investasi dilakukan. Adanya kontrol dapat ditunjukkan
oleh beberapa faktor, misalnya jumlah wakil yang duduk dalam dewan direksi
maupun dewan komisaris, partisipasi dalam pengambilan keputusan atau jumlah
transaksi yang dilakukan. Petunjuk lain adanya kontrol adalah persentase saham
yang dimiliki. Misalnya, apabila suatu perusahaan memiliki lebih dari 50% saham
perusahaan lain, maka perusahaan yajng disebutkan pertama akan dapat melakukan
kontrol terhadap perusahaan yang disebutkan terakhir.
Atas dasar besarnya kontrol yang dapat
dilakukan, investasi dalam saham perusahaan lain dapat digolongkan menjadi tiga
keadaan yaitu:
1.
Perusahaan yang melakukan investasi
tidak dapat melakukan kontrol terhadap perusahaan di mana ia melakukan
investasi.
2.
Perusahaan induk hanya dapat melakukan
sebagian kontrol saja terhadap perusahaan anak, tetapi mempunyai pengaruh yang
signifikan.
3.
Perusahaan induk secara pasti dapat
melakukan kontrol terhadap perusahaan anak.
C.
KONTROL
PERUSAHAAN INDUK
1.
PERUSAHAN INDUK TIDAK DAPAT MELAKUKAN
KONTROL
Apabila suatu perusahaan hanya memiliki
sebagian kecil saja dari saham yang beredar dan tidak ada petunjuk-petunjuk
lain bahwa kontrol itu memang ada, maka investasi ini, dicatat dengan metode
biaya atau cost method. Dua
perusahaan yang mempunyai hubungan kepemilikan tetapi hubungan tersebut tidak
mengakibatkan adanya kontrol atau pengaruh yang cukup berarti oleh salah satu
perusahaan disebut perusahaan afiliasi. Perusahaan yang memiliki saham kurang
dari 20% hak suara dianggap tidak memiliki pengaruh yang signifikan dan dengan
demikian tidak dapat melakukan kontrol.
Dalam metode biaya, investasi dicatat
sebesar harga perolehannya. Pendapatan dari perusahaan anak diakui dan dicatat
pada saat dividen telah diputuskan akan dikeluarkan. Sebagai contoh suatu perusahaan
pada tanggal 30 Juni 200A membeli 500 saham PT ABC dengan harga Rp 25.000
(sudah termasuk komisi dan biaya lain-lain). Jumlah lembar saham yang dibeli
hanya merupakan sebagian kecil dari seluruh saham PT ABC yang beredar. Ayat
jurnal yang harus dibuat untuk transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Investasi
dalam saham 25.000
Bank 25.000
Investasi tersebut diatas akan selalu
dicatat pada harga perolehannya, kecuali terdapat petunjuk bahwa harga saham
yang bersangkutan terus menerus mengalami penurunan. Dalam keadaan demikian
ayat jurnal penyesuaian perlu dibuat dimana salah satu akun modal di debit dan
akun kontra, penyisihan untuk penurunan harga investasi dalam saham, di kredit.
Dalam metode biaya, laba yang diperoleh
PT ABC belum diakui dan dicatat sebagai pendapatan. Tetpi pada saat PT ABC
mngeluarkan dividen, maka bagian dividen yang diterima dianggap sebagai
pendapatan. Misalnya, pada tanggal 15 Februari 200B PT ABC memutuskan untuk
membagikan dividen sebesar Rp 5 per lembar saham. Transaksi ini oleh perusahaan
yang memiliki 500 saham PT ABC tadi, akan dicatat sebagai berikut:
Piutang
dividen (Bank) 2.500
Pendapatan dividen 2.500
Anggaplah
bahwa pada tanggal 1 Maret 200B, 500 saham PT ABC tersebut di atas dijual
dengan harga Rp 26.000. ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sebagai berikut:
Bank 26.000
Investasi dalam saham 25.000
Keuntungan dari
penjualan investasi 1.000
2.
PERUSAHAAN INDUK DAPAT MELAKUKAN
SEBAGIAN KONTROL
Apabila investasi dalam perusahaan lain
tidak cukup besar untuk melakukan kontrol secara penuh, tetapi pada tingkatan
tertentu kontrol atau pengaruh yang cukup berarti dapat dilakukan, maka
investasi jangka panjang yang bersangkutan dilaporkan dengan metode ekuitas (equity method). Laporan keuangan
konsolidasi (consolidated financial
statements) tidak dibuat. Masing-masing perusahaan membuat laporan
keuangannya sendiri-sendiri.
Berbeda dengan metode biaya, dalam
metode ekuitas, bagian laba yang dihasilkan perusahaan anak diakui dan dicatat
sebagai penambahan investasi. Apabila dividen dikeluarkan maka bagian yang
diterima dicatat sebagai pengurang. Dengan demikian, saldo akun investasi akan
bertambah dengan bagian laba yang dihasilkan dan berkurang dengan dividen yang
dibayarkan perusahaan anak. Perhatikan bahwa dalam metode biaya, saldo akun
investasi tidak berubah, yaitu sebesar harga perolehan investasi yang
bersangkutan.
Contoh pada tanggal 2 Januari 200A,
Perusahaan A membeli 20% saham Perusahaan B dengan harga Rp 50.000. transaksi
ini oleh Perusahaan A akan dicatat sebagai berikut:
Investasi
dalam saham 50.000
Bank 50.000
Kemudian selama tahun 200A, Perusahaan B
memperoleh laba sebesar Rp 40.000. kejadian ini akan dicatat oleh Perusahaan A
sebagai berikut:
Investasi
dalam saham 8.000
Pendapatan dari investasi 8.000
Pendapatan dari investasi sebesar Rp
8.000 dihitung sebagai 20% x Rp 40.000 = Rp 8.000. apabila pada tanggal 1 Maret
200B Perusahaan B mengeluarkan dividen kepada seluruh pemegang saham dengan
jumlah Rp 20.000, maka bagian Perusahaan A sebesar Rp 4.000 (20% dari Rp
20.000) akan dicatat dalam buku perusahaan yang terakhir ini sebagi berikut:
Piutang
dividen (Bank) 4.000
Investasi dalam saham 4.000
3.
PERUSAHAAN DAPAT MELAKUKAN KONTROL
SECARA PENUH
Apabila jumlah pemilikan saham suatu
perusahaan lebih besar dari 50% hak suara perusahaan lain maka dianggap
perusahaan tersebut dapat untuk melakukan kontrol dan kedua perusahaan dianggap
sebagai satu kesatuan. Untuk itu laporan keuangan kedua perusahaan tersebut
harus dikonsolidasikan. Laporan keuangan konsolidasi antara perusahaan induk
dan anak disebut laporaan keuangan konsolidasi.
D.
INVESTASI
DALAM OBLIGASI
Obligasi adalah
surat pengakuan utang dari pihak yang mengeluarkan obligasi kepada pihak yang membeli,
yang berisi jumlah nominal, bunga dan tanggal pembayarannya serta perjanjian
lainnya.
v Jenis-Jenis
Obligasi:
a.
Menurut waktu jatuh temponya
·
Term Bonds yaitu obligasi yang jatuh
temponya pada saat yang sama.
·
Serial Bonds yaitu obligasi yang jatuh tempo
berurutan pada periode tertentu.
b.
Menurut Jaminannya
·
Obligasi tanpa jaminan
·
Obligasi dengan jaminan
c.
Obligasi bergaransi
Yaitu obligasi yang dijamin oleh pihak lain, misal : perusahaan induk
menjami obligasi anak perusahaanya.
d.
Obligasi yang dapat ditukarkan
Yaitu obligasi yang dapat ditukarkan
dengan saham.
e.
Menurut bentuknya
·
Obligasi atas nama yaitu obligasi yang
bunganya hanya dapat diambil oleh orang yang namanya terdaftar.
·
Obligasi kupon yaitu obligasi yang
bebas, tidak atas nama.
Perusahaan yang mengeluarkan obligasi
mengakui berutang kepada pemegang obligasi. Seperti halnya jenis utang yang
lain, pada suatu saat perusahaan harus membayar kembali obligasi yang
dikeluarkan dan secara berkala membayar bunga kepada pemegangnya. Obligasi pada
umumnya termasuk dalam kategori utang jangka panjang. Mereka yang ingin
memiliki suatu obligasi dapat membelinya di bursa (apabila obligasi tadi
diperdagangkan di dalamnya) atau membelinya secara langsung dari perusahaan
yang mengeluarkan. Mereka yang memiliki obligasi disebut pemegang obligasi.
Biasanya investasi dalam surat berharga ini dilakukan dengan maksud untuk
memperoleh pendapatan yang tetap dalam jangka panjang.
Seperti halnya dengan saham, di samping
harga yang dibayarkan kepada penjual, termasuk dalam harga perolehan obligasi
adalah biaya-biaya lain yang diperlukan untuk mendapatkannya, misalnya komisi
makelar. Obligasi yang dibeli dicatat pada harga perolehannya. Apabila obligasi
dibeli di antara dua saat pembayaran bunga, maka bunga yang sudah berjalan akan
diperhitungkan dalam harga jual. Tetapi, bunga ini tidak boleh dimasukkan
sebagai komponen harga perolehan.
Untuk mengambarkan investasi dalam
obligasi, misalnya pada tanggal 1 Maret 200A sebuah perusahaan membeli 100
lembar obligasi perusahaan XYZ yang bernilai nominal Rp 100.000 per lembar.
Harga perolehan adalah Rp 9.024.000 atau Rp 90.240 per lembar. Obligasi ini
akan jatuh tempo pada tanggal 1 April 200F, berbunga 12% setahun. Bunga dibayar
dua kali setahun tiap-tiap tanggal 1 April dan 1 Oktober. Jumlah yang harus
dibayarkan untuk pembelian obligasi ini dihitung sebagai berikut:
Harga obligasi Rp 9.024.000
Bunga yang sudah berjalan:
5/12 x 12% x Rp 10.000.000 500.000
Oleh karena bunga
obligasi dibayar setiap tanggal 1 April dan 1 Oktober maka pembayaran terakhir
sebelum terjadinya pembelian adalah pada tanggal 1 Oktober 200A-1. Dengan
demikian, pada saat pembelian, bunga yang sudah berjalan adalah lima bulan,
yakni dari tanggal 1 Oktober 200A-1 sampai dengan 1 Maret 200A. Bunga selama
lima bulan, seperti dala perhitungan diatas, adalah Rp 500.000. Jumlah ini
merupakan hak penjual dan harus ditambahkan pada harga obligasi. Ayat jurnal
yang dibuat untuk transaksi ini adalah sebagai berikut:
Investasi
dalam obligasi 9.024.000
Pendapatan
bunga 500.000
Bank 9.524.000
Pada tanggal 1 April 200A Perusahaan
XYZ membayarkan bunga setengah tahunannya. Untuk 100 lembar obligasi yang
dipegang perusahaan dalam contoh ini akan diperoleh bunga sebesar: 6/12 x 12% x
Rp 10.000.000 = Rp 600.000. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
Bank 600.000
Pendapatan bunga 600.000
Pada tanggal 1 Oktober 200A, bunga
sebesar Rp 600.000 akan diterima lagi dari perusahaan XYZ dan ayat jurnal yang
sama dengan di atas harus dibuat untuk itu. Pada tanggal 31 Desember 200A; saat
perusahaan yang memiliki obligasi akan menyusun laporan keuangannya, bunga yang
sudah berjalan untuk obligasi yang dimiliki adalah untuk periode 1 Oktober
sampai dengan 31 Desember 200A (3 bulan). Jumlahnya adalah: 3/12 x 12% x Rp
10.000.000 = Rp 300.000. Ayat jurnal penyesuaian yang perlu dibuat untuk bunga
yang sudah berjalan adalah sebagai berikut:
Bunga masih harus diterima 300.000
Pendapatan
bunga 300.000
E.
AMORTISASI
AGIO/DISAGIO
Disamping terhadap bunga yang sudah
berjalan, ayat jurnal penyesuaian juga perlu dibuat terhadap perbedaan antara
nilai nominal obligasi dengan harga pokoknya. Seperti terlihat diatas, nilai
nominal untuk 100 lembar obligasi dalam contoh Rp 10.000.000, sedang obligasi
tersebut dibeli hanya dengan harga Rp 9.024.000.
Selisih lebih nilai nominal obligasi
dengan harga pokok pembeliannya disebut disagio (discount). Apabila nilai nominal lebih kecil daripada harga pokok,
maka selisihnya disebut agio (premium).
Nilai nominal sebesar Rp 10.000.000 berarti bahwa pada saat jatuh tempo pemilik
obligasi akan menerima pembayaran kembali sejumlah itu. Tanpa adanya jurnal
penyesuaian, berarti disagio harus sekaligus dibebankan sebagai pendapatan pada
saat pembayaran kembali. Perlakuan demikian kurang tepat, karena pembebanan
disagio menjadi tidak merata sepanjang masa pemilikan obligasi. Disagio
(demikian juga dengan agio) harus diamortisasikan sedemikian rupa sehingga pada
waktu pembayaran kembali, akun investasi bersaldo sebesar nilai nominal
obligasi.
Amortisasi disagio untuk obligasi
tersebut di atas dihitung dengan cara seperti yang dijelaskan di bawah ini:
Nilai nominal obligasi Rp
10.000.000
Harga perolehan obligasi 9.024.000
Disagio obligasi Rp
976.000
Jangka waktu pemilikan (1 Maret 200A
Sampai dengan 1 April 200F) 61 bulan
Amortisasi disagio per bulan Rp 976.000 : 61) Rp 16.000
Amortisasi disagio per lembar obligasi per bulan
(Rp 16.000 : 100) Rp
160
Amortisasi disagio untuk tahun 200A (10
bulan) terhadap 100 lembar obligasi adalah: 10 x 100 x Rp 160 = Rp 160.000.
Ayat jurnal penyesuaian yang harus dibuat adalah sebagai berikut:
Investasi dalam obligasi 160.000
Pendapatan
bunga 160.000
Dengan adanya ayat jurnal penyesuaian
tersebut, yang dilakukan tiap-tiap tahun, maka pada saat jatuh tempo, akun
investasi dalam obligasi akan berjumlah Rp 10.000.000. jumlah inilah yang akan
diterima pada saat obligasi dibayar kembali oleh perusahaan yang
mengeluarkannya
F.
PENYISIHAN
DANA UNTUK TUJUAN JANGKA PANJANG
Perusahaan, atas kemauan sendiri atau
diharuskan oleh peraturan, kadang-kadang menyisihkan kas yang dimiliki untuk
tujuan tertentu. Kas yang telah disisihkan hanya boleh digunakan untuk kegiatan
yang telah ditetapkan sebelumnya. Uang kas yang disisihkan untuk tujuan
tertentu disebut dana (funds). Ia
harus dicatat dalam akun tersendiri, terpisah dari akun kas. Contoh dari dana
ialah dana pelunasan obligasi (bond sinking
fund), dana penarikan saham (stock
redemption fund), dana pelunasan pabrik (plant expansion fund) dan lain-lain. Pada umumnya penyisihan dana
berkaitan dengan pembentukan cadangan yang berasal dari laba ditahan.
Dana ini, apabila digunakan untuk
tujuan-tujuan jangka panjang, akan digolongkan sebagai investasi jangka
panjang. Pada saat dana dibuat, maka berarti ada uang kas yang disisihkan,
misalnya dengan memasukkannya ke dalam rekening terpisah. Sebagai contoh pada
tanggal 2 Januari 200A, pimpinan perusahaan memutuskan akan mengadakan dana
perluasan pabrik. Caranya adalah dengan menyisihkan uang kas setiap bulan
sebesar Rp 2.000.
Penyisihan untuk bulan Januari 200A
dilakukan pada tanggal 2 Januari 200A. Ayat jurnal yang harus dibuat untuk
transaksi ini adalah:
Dana perluasan pabrik-kas 2.000
Bank
2.000
Ayat jurnal seperti diatas akan selalu dibuat setiap
melakukan penyisihan. Seperti terlihat dalam ayat jurnal diatas, akun Dana
Perluasan Pabrik-Kas di debit sebesar Rp 2.000 untuk penyisihan yang dilakukan.
Kata tambahan “Kas” diperlukan dalam akun dana perluasan pabrik untuk
menunjukkan dalam bentuk apa dana yang bersangkutan ditanamkan. Kemudian pada
tanggal 1 Juli 200A sejumlah Rp 8.000 dari dana perluasan pabrik ini ditanamkan
dalam saham PT SEMEN CIBITUNG, maka ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:
Dana perluasan pabrik-saham 8.000
Dana perluasan
pabrik-kas 8.000
Apabila ada
dividen yang diterima dari PT SEMEN CIBITUNG, maka hasilnya akan menambah dana
perluasan pabrik. Sebagai contoh pada tanggal 1 Oktober 200A dari penanaman
tersebut di atas diterima dividen dari PT SEMEN CIBITUNG sejumlah Rp 800.000.
Ayat jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut:
Dana
perluasan pabrik-kas 800.000
Pendapatan dari dana
perluasan pabrik 800.000
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Investasi
jangka panjang dimaksudkan untuk meningkatkan penghasilan dengan menanamkan
modal di perusahaan lain. Penguasaan saham perusahaan-perusahaan lain dapat
dimaksudkan pula untuk menguasai pasokan bahan baku atau distribusi. Investasi
jangka panjang dapat berupa:
1.
Penyertaan dalam bentuk saham, obligasi,
dan surat berharga lainnya.
2.
Dana untuk melunasi utang jangka panjang
atau dana khusus lainnya.
3.
Aset lain-lain. Seperti rencana
pembelian tanah dengan rencana penggunaan dimasa akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Soemarso S.R. 2005. Akuntansi Suatu Pengantar. Jakarta: Salemba Empat
